1
Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta



Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta
sumbersejarah1.blogspot.co.id

Penyerangan yang dilakukan secara serentak oleh Tentara dan Pejuang Indonesia di Yogyakarta pada 1 Maret 1949 merupakan salah satu peristiwa penting sejarah Republik Indonesia. Berkat adanya peristiwa tersebut Indonesia berhasil melawan propaganda Belanda yang mengabarkan ke dunia internasional bahwa tentara Republik Indonesia telah bubar sejak digencarkannya agresi militer Belanda II.


Serangan yang dilakukan siang hari dan secara besar-besaran tersebut telah membuktikan bahwa Tentara Republik Indonesia masih ada. Posisi Indonesia pun semakin kuat di dunia internasional terutama di Dewan Keamanan PBB.


Namun sampai saat ini masih menjadi kontroversi terkait siapa yang menjadi penggagas Serangan Umum 1 Maret, di buku-buku sejarah pada jaman orde baru ditulis Letkol Soeharto yang menjadi penggagas, namun setelah era reformasi terdapat beberapa pendapat berbeda diantaranya yang meyakini bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono IX lah yang menjadi Penggagas.


2
6 Maret, Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)



6 Maret, Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
kostrad.mil.id

Kostrad merupakan salah satu pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat Indonesia. Pada tanggal 6 Maret 1961 dibentuk Korps Tentara ke 1 / Cadangan Umum Angkatan darat (KORRA I / CADUAD) untuk merespon isu kemerdekaan Irian Barat. Pasukan tersebut merupakan inti kekuatan Komando Mandala (Operasi Trikora atau pembebasan Irian Barat) dan pada tahun 1963 Pasukan tersebut berganti nama menjadi Kostrad.


Panglima Kostrad (Pangkostrad) pertama adalah Mayor Jenderal Soeharto yang kemudian menjadi Presiden Indonesia menggantikan Soekarno. Kostrad yang dikenal dengan pasukan baret hijau menjadi pasukan khusus yang diandalkan dalam setiap operasi militer, terutama pada masa orde baru.


Hingga kini Kostrad memiliki 2 Divisi Infanteri, Divisi Infanteri 1/Kostrad berada di Cilodong, Depok dan Divisi Infanteri 2/Kostrad berada di Singosari, Malang.


3
8 Maret, hari Wanita / Perempuan Internasional



8 Maret, hari Wanita / Perempuan Internasional
headlinejabar.com

Hari perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret diwarnai dengan berbagai versi awal dicetuskannya hari perempuan. Dilansir dari cnnindonesia.com, peristiwa yang paling dikenal yang melatarbelakangi hari perempuan internasional ini adalah tragedi kekerasan pada 8 Maret 1857 di New York yang menimpa buruh perempuan pabrik garmen saat berunjuk rasa karena adanya perlakuan yang tidak pantas yang salahsatunya adalah gaji yang diterima perempuan lebih kecil dari pria.


Cerita lainnya adalah pada tahun 1908 kaum perempuan sosialis di Amerika Serikat menggelar Hari Perempuan Internasional dengan berdemo untuk menuntut kesetaraan dengan laki-laki dalam hak-hak ekonomi dan hak pilih politik.


Hingga pada tahun 1977 PBB menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan perdamaian dunia.


4
9 Maret, Hari Musik Nasional



9 Maret, Hari Musik Nasional
intisari.grid.id

Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret di Indonesia dimulai pada tahun 2012 setelah dikeluarkannya Kepres No 10 Tahun 2012 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Dilansir dari pikiran-rakyat.com, menurut Tantowi Yahya Penetapan Hari Musik Nasional pertama kali diusulkan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, lalu mulai dicanangkan pada zaman Presiden Megawati Soekarnoputri, dan dkuatkan dengan Kepres pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Dipilihnya tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik adalah untuk menghormati komponis besar Indonesia, Wage Rudolf Supratman, Pencipta Lagu Indonesia Raya yang lahir pada tanggal 9 maret 1903 di Purwerejo, Jawa Tengah.


5
11 Maret, Hari Supersemar



11 Maret, Hari Supersemar
wikimedia.org

Surat Perintah 11 maret atau yang biasa disebut Supersemar merupakan surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.


Menurut versi resmi yang dimuat di buku-buku sejarah, surat perintah tersebut berisi perintah kepada Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) yang saat itu dijabat oleh Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi dan memulihkan kondisi keamanan yang tidak stabil.


Dengan dasar surat tersebut Soeharto melakukan berbagai tindakan yang salahsatunya adalah membubarkan Partai Komunis Indonesia dan mengamankan menteri-menteri yang dianggap terlibat dengan PKI. Dilansir dari historia.id, dengan surat itu pula Soeharto akhirnya membuat dilangsungkannya sidang istimewa DPGR/MPRS pada 20 Juni hingga 6 Juli 1966. Dalam sidang istimewa tersebut pidato pertanggungjawaban Soekarno dengan judul Nawaksara ditolak oleh MPRS. Sidang tersebut menghasilkan TAP MPRS No. IX/MPRS/1966 tetang Supersemar.


Terdapat kontroversi terkait isi Supersemar ini, karena naskah Supersemar yang asli belum berhasil ditemukan hingga saat ini.


6
24 Maret, Peringatan Peristiwa Bandung Lautan Api



24 Maret, Peringatan Peristiwa Bandung Lautan Api
nasional.republika.co.id/ Arsip Nasional

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah sebuah kisah heroik para pejuang dan warga Bandung untuk membakar kampung halamannya agar tidak digunakan oleh tentara sekutu sebagai markas militer pada tanggal 24 Maret 1946. Dalam peristiwa tersebut sekitar 200 ribu warga Bandung mengungsi meninggalkan kota menuju pegunungan.


Terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh adanya ultimatum dari tentara Inggris yang menuntut Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk mengosongkan seluruh Kota Bandung dan mundur sejauh 11 kilometer. Pada tanggal 23 Maret Kolonel A.H Nasution menghadap perdana menteri Sjahrir untuk membahas ultimatum tersebut. Sjahrir memberikan arahan agar Nasution dan pasukannya memenuhi keinginan dari tentara sekutu, mengingat sulitnya untuk bertahan dengan canggihnya persenjataan yang dimiliki oleh sekutu.


Sekembalinya Nasution dari Jakarta, Ia langsung mengumpulkan seluruh Komandan TRI, Pasukan Laskar dan jajaran pemerintah kota, untuk memusyawarahkan ultimatum sekutu tersebut.


Akhirnya pada tanggal 24 Maret sesuai dengan hasil musyawarah Nasution memerintahkan untuk melakukan evakuasi seluruh warga dan tentara dari Kota Bandung. Sambil meninggalkan Kota Rakyat dan TRI dengan sengaja membakar Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan dan agar Kota Bandung tidak dijadikan markas militer oleh sekutu. Malam itu jadilah kota dibandung dipenuhi dengan lautan api.


 


Hari Penting Lain di Bulan Maret



  1. 1 Maret: Hari Kehakiman Nasional

  2. 10 Maret: Hari Persatuan Artis Film Indonesia

  3. 21 Maret: Hari Sindrom Down

  4. 22 Maret: Hari air sedunia

  5. 23 Maret: Hari Meteorologi Sedunia

  6. 27 Maret: Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)

  7. 29 Maret: Hari Filateli Indonesia

  8. 30 Maret: Hari Film Nasional



0

Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.

or to post your response.

Trenzing

TRENZING

Buat konten kreatif dapat uang? Create Post
Hot Topic
Pinned Posts