www.dailygenius.com

           Guru adalah para pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka lah yang membimbing dan mengajarkan banyak hal di sekolah. Guru adalah sebuah profesi yang mulia karena di tangan mereka lah masa depan bangsa ini ditentukan. Mereka harus memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dihayati dan dapat melaksanakan tugas secara profesional serta dapat terus menerus menggali setiap cara belajar dan mengetahui potensi siswa untuk dikembangkan. Guru juga lah yang mendampingi dan menuntun siswa di sekolah seperti orang tua kedua.


            Sebagai guru, seseorang akan dituntut sebagai panutan siswa tanpa celah. Setiap siswa menilai dan meniru pola pikir dan tingkah laku yang diajarkan oleh gurunya. Namun pada praktiknya, predikat mulia guru mulai dinilai turun. Sebagai guru yang bekerja pada pemerintah, mereka digaji dengan berbagai tunjangan yang mencukupi untuk hidup. Hal ini membuat profesi guru mulai dilakukan orang-orang bukan untuk mengabdi lagi, tetapi digunakan sebagai peluang mencari nafkah. Pendidikan mulai sedikit dikesampingkan oleh beberapa pihak.  


             Banyak guru yang mengabaikan tugasnya sebagai pendidik di kelas. Pada dasarnya, tugas guru adalah sebagai tenaga pendidik, bukan hanya sebagai pengajar. Mendidik adalah suatu usaha untuk mengantarkan yang dididik ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani, artinya sangat luas dan tidak sembarang orang dapat mendidik orang lain. Sementara mengajar adalah rangkaian kegiatan penyampaian pelajaran kepada siswa, artinya lebih sempit hanya sebatas menyampaikan. Mengajar bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan tanpa ilmu sekalipun. Setiap guru seharusnya bisa mendidik setiap muridnya dengan baik di bidang akademik maupun non akademik. Banyak siswa sekarang yang tidak menghormati gurunya karena siswa pun tidak mendapat hak yang sama oleh para guru, yaitu didikan. Perlakuan yang kurang baik sebagai pendidik mulai ditemui di banyak tempat.


            Seperti salah satu video yang pernah viral di internet belakangan ini, dimana dua orang guru yang berani melakukan tindakan asusila di sekolah. Hal ini membuat saya kecewa dengan para tenaga pendidik. Kejadian seperti ini harusnya tidak terjadi dan bisa dilihat oleh banyak orang.


            Melihat kejadian lain yang juga banyak terjadi di lingkungan sekolah saya, para siswa juga mulai sedikit hilang rasa percaya dan hormat terhadap para guru. Untuk itu, saya melakukan penelitian kecil di kelas. Hasil dari penelitian saya memberikan sedikit gambaran seperti apa guru yang banyak disukai di kelas.   


          Guru yang mengajar di kelas saya berkisar 20 orang sesuai dengan jumlah mata pelajarannya, setiap guru pasti memiliki ciri khas mengajarnya masing-masing. Mayoritas guru selalu mengajar dengan senyuman dan memberikan nasehat di setiap pembelajarannya. Tetapi guru kurang dalam mendukung siswa dalam bakatnya dan jarang memberikan dukungan dan semangat ketika siswa mendapat nilai yang tidak bagus. Ini adalah alasan kenapa para siswa mulai merasa malas belajar ketika seorang guru kurang memotivasi secara pribadi untuk siswa sendiri saat dia tidak mendapatkan hasil yang diinginkannya. Beberapa guru juga memiliki anak-anak kesayangan sehingga beberapa siswa merasakan perbedaan perlakuan guru tersebut antara anak kesayangan dan siswa lainnya. Guru-guru juga seringkali kurang berhati-hati saat menyampaikan materi di kelas sehingga banyak siswa yang tidak mengerti dengan pelajaran guru tersebut. Hal ini menimbulkan banyak masalah untuk siswa kedepannya dalam rangkaian pembelajaran. Beberapa guru juga pernah memberikan tugas yang cukup memberatkan dan sering mengadakan ulangan secara mendadak. Hal ini membuat suasana kelas menjadi kurang nyaman dan tidak kondusif.


            Menurut salah satu sumber, guru yang disukainya adalah guru yang tegas saat siswa bersalah dan guru juga berani mengakui kesalahannya. Yang mengajar dengan suara lantang dan penuh kasih sayang sehingga membuat suasana kelas menjadi nyaman. Guru juga harus sabar dalam mengajar materi kepada siswanya sampai siswa mengerti dan senantiasa mengingatkan kepada kebaikan. Sumber lainnya mengatakan bahwa guru yang disukainya adalah guru yang mau mengajak siswanya untuk membicarakan metode belajar bersama siswa sehingga siswa dapat lebih aktif. Guru tidak perlu memarahi siswanya jika melakukan kesalahan dan selalu menasehati hal baik kepada muridnya. Sistem nilai juga seharusnya tidak hanya terpaku pada nilai pengetahuan dan ulangan tetapi juga pada nilai sikap dan spiritual.


            Seorang siswa dituntut untuk memiliki sikap baik dan pikiran yang terbuka untuk segala macam materi pelajaran yang diberikan oleh para guru di sekolah. Begitu pula para guru yang harus bisa mendidik siswanya agar memiliki itu semua. Guru adalah panutan untuk setiap siswa, maka guru harus lebih menyadari bahwa setiap perilaku dan perkataan yang mereka ucapkan akan mempengaruhi masa depan seorang siswa. Seperti perkataan Bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama dalam bukunya yang berjudul ‘Dibawah Bendera Revolusi’.


          “Pemimpin! Guru! Alangkah hebatnya pekerjaan menjadi pemimpin di dalam sekolah, menjadi guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak! Terutama sekali di zaman kebangkitan! Hari kemudiannya manusia adalah di dalam tangan guru itu, menjadi manusia.”


2

Average: 5
Rating Count: 3
You Rated: Not rated

Please log in to rate.

or to post your response.

Trenzing

TRENZING

Buat konten kreatif dapat uang? Create Post
Hot Topic
Pinned Posts