Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan kompetisi sepak bola antar pondok pesantren di seluruh Indonesia yang di gagas oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga di Bawah Kepemimpinan Menpora Imam Nahrawi. LSN telah 3 kali digelar hingga tahun 2017 ini. Berikut cerita perjalanan Liga Santri Nusantara beserta serba-serbinya.

nu.or.id

Pertama kali digelar tahun 2015

Seperti dikutip dari laman ligasantri.com, LSN pertama kali digelar pada tahun 2015, yang dibuka secara resmi oleh Menpora Imah Nahrawi di Stadion  Singaperbangsa Karawang Jawa Barat. Pada LSN pertama ini diikuti oleh 192 tim yang berasal dari 10 Provinsi di Indonesia yaitu Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara dan Lampung.  


Tim Sepak Bola dari Pondok Pesantren (PP) Nurul Islam Jember berhasil menjadi juara pada LSN 2015 ini, dengan mengalahkan PP AL-Syariah Banten pada partai final dengan skor 7-6 melalui adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

indosoccer.id

Pada LSN 2016 Di Ikuti 1.024 Tim

Pada LSN 2016 Di Ikuti 1.024 Tim
nu.or.id

Lalu  pada tahun 2016, Pembukaan Kompetisi LSN secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj di Stadion Persiba Balik Papan, Kalimantan Timur pada tanggal 19 Agustus 2016. Jumlah peserta pada LSN 2016 meningkat drastis, setelah Kemenpora menjalin kerjasama dengan NU dalam penyelenggaraannya, sebanyak 1.024 tim dari pondok pesantren seluruh Indonesia ikut berkompetisi.


Tidak hanya jumlah peserta yang meningkat, kualitas kompetisipun ditingkatkan dengan dilakukannya kerjasama antara LSN dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi) untuk pemenuhan perangkat pertandingan yang profesional.


Dalam LSN 2016 ini, tim sepak bola Ponpes Nur Iman dari Mlangi, Sleman berhasil keluar sebagai juara, usai mengalahkan tim sepak bola Ponpes Walisongo dari Sragen, Jawa Tengah melalui adu penalti dengan skor 7-6 di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada 30 Oktober 2016.

indosport.com

Ponpes Darul Huda Ponorogo Juara LSN 2017

Ponpes Darul Huda Ponorogo Juara LSN 2017
nu.or.id

Sementara pada tahun 2017, Pertandingan Liga Santri Nusantara mengambil lokasi puncak pertandingan di Bandung Jawa Barat. 1.024 tim kembali ikut berkompetisi. Tim Sepak Bola dari Ponpes Darul Huda Ponorogo berhasil menjuarai LSN 2017, setelah mengalahkan Ponpes Darul Hikmah Cirebon dengan skor 1-0, pada partai final di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung pada Minggu 29 Oktober 2017.  


Seperti dikutip dari laman nu.or.id, Ponpes Darul Huda berhasil memboyong piala bergilir Liga Santri Nusantara serta uang tunai sebesar Rp. 100 juta. Sementara Ponpes Darul Hikmah sebagai Runner Up mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp. 75 juta.  Pengalungan medali dan pemberian hadiah dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi.

solopos.com

nu.or.id

Juara LSN 2015 Berhasil Menjadi Juara di Malaysia

Juara LSN 2015 Berhasil Menjadi Juara di Malaysia
detik.com

Nuris FC yang merupakan tim sepak bola dari Ponpes Nurul Islam Jember, jawara LSN 2015 berhasil  menjuarai kompetisi internasional di Malaysia. Seperti dikutip dari laman detik.com, Nuris FC berhasil menjadi juara di Malindo Cup U-18. Predikat juara ini didapat setelah Nuris FC berhasil mengalahkan tim tuan rumah, tim Sukan Tunku Mahkota Malaysia dengan skor akhir 2-1 dalam pertandingan final yang di gelar di Stadion Sekolah Sukan Tunku Mahkota Ismail pada 21 Mei 2016.

3 Pemain Jebolan ASN Ikuti Seleksi Timnas dan 1 Masuk Skuat Utama

3 Pemain Jebolan ASN Ikuti Seleksi Timnas dan 1 Masuk Skuat Utama
nu.or.id

Pada Maret  2017, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri melakukan seleksi pemain, untuk melengkapi skuat Timnas U-19 yang akan berlaga di Piala AFF-U19 tahun 2017 di Myanmar.  


Seperti dilansir dari laman nu.or.id,  pemain bola yang mengikuti seleksi yang dilakukan oleh Indra Sjafri pada tanggal 11 sampai 12 Maret 2017 di stadion Bea Cukai Jakarta, adalah 3 pemain jebolan dari Liga Santri Nusantara.


Pemain tersebut adalah Muhammad Rafli Mursalim (Top Scorer LSN 2016), Tri Widodo (pemain terbaik LSN 2016) dan Richard Rahmad (pemain terbaik LSN 2015)   Dari ketiga pemain yang mengikuti seleksi tersebut, M. Rafli yang sukses masuk sebagai pemain utama Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri. Bahkan M. Rafli berhasil menjadi bintang setelah penampilan gemilangnya bersama Timnas U-19 di Piala AFF U-18 2017.

liputan6.com

Seperti dikutip dari laman liputan6.com, Rafli yang merupakan santri di Pesantren Al-As’ariyah Banten dan berhasil menjadi top scorer LSN 2016 dengan 15 gol yang berhasil dicetaknya. Berhasil mencetak rekor saat menjebol gawang Brunei Darussalam dalam pertandingan Piala AFF U-18 2017 pada 13 September 2017. Gol Rafli merupakan gol tercepat pada event tersebut tahun 2017 ini. Selain itu Rafli juga berhasil mencetak hatrick pada laga melawan Brunei tersebut dengan menciptakan 3 gol untuk Indonesia.

Tradisi Cium Tangan Wasit Sebelum Pertandingan Dimulai

Tradisi Cium Tangan Wasit Sebelum Pertandingan Dimulai
ligasantri.com

Dilansir dari laman portalbandung.go.id, pada pertandingan partai final Liga Santri 2017 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung Minggu (29/10). Walikota Bandung Ridwan kamil yang memberikan sambutan sebelum pertandingan dilaksanakan, menyampaikan bahwa LSN digelar bukan hanya untuk mengembangkan minat dan bakat para santri, namun terdapat nilai lebih yaitu adab budaya kesopanan Indonesia dalam bermain bola. Dalam pertandingan liga santri setiap pemain harus mencium tangan wasit sebelum pertandingan dimulai.


0

Average: 5
Rating Count: 1
You Rated: Not rated

Please log in to rate.

or to post your response.

Trenzing

TRENZING

Buat konten kreatif dapat uang? Create Post
Hot Topic
Pinned Posts